Itulah perkataan yang selalu kami ulang-ulang selama di Jakarta, dan telah seolah-olah menjadi motto kami untuk ke depan, selamanya...
Pada hari Minggu itu, aku berangkat ke UNRI agak telat karena 'masalah kewanitaan' juga karena nggak sengaja bangun telat. Pagi itu aku dan temanku Ella yang akan berangkat mengikuti lomba lebih awal dari yang lainnya. Jadi kami dibawa ke suatu ruangan..., namun tak disangka-sangka..., ternyata..............., kami ikut tes pagi itu tanpa meja, tanpa bangku, juga tanpa tikar, hingga diriku pun kedinginan karena duduk beralaskan nothing, tak beralaskan apa-apa. Tapi it's ok..., aku maklum aja, lagipula experience is the best teacher. Too bad aku sama sekali nggak belajar buat lomba itu..., so..., aku ngerasa sangat bersalah sama guru Kimia yang juga wali kelasku, Bu Hafni, karena itu meski sampai sekarang belum ada pengumuman tentang lomba FMIPA tersebut, aku yakin aku nggak lolos. ^_^ (foto air mancur dengan lambang Universitas Indonesia di FEUI)Jadi, kami berangkat dari Sultan Syarif Qasim sekitar pukul 12.30. FYI, satu-satunya hal yang bikin berat hati buat pergi-pergi jauh seperti itu adalah..., naik pesawat, karena honestly..., aku sangat takut naik pesawat! Seandainya aku punya Appa..., teman setia Avatar, aku nggak akan perlu menumpangi kendaraan mana pun, especially pesawat. Tapi di sini kita bicara soal kenyataan, fren, and kenyataan itu harus dihadapi. Akhirnya kucoba atasi rasa takut itu dengan 'menidurkan' diriku di pesawat, dan bertekad nggak mau bangun hingga pesawat mendekati landing. Tapi sebelumnya aku nggak boleh tidur panjang dulu -itu siasat biar ngantuk di pesawat. Anyway..., gimana pun juga, apapun yang kulakukan, semuanya itu udah diatur sama Allah swt..., and with that I can't do anything except to leave it all to HIM. Catatlah siasat untuk menenangkan diri: remember Allah.
Selanjutnya..., kami tiba di Jakarta pada sore hari dan dibawa ke Wisma Makara buat ngikutin Technical Meeting. Dan aku mendapati bahwa host alias koor Lomba Cepat Tepat Ekonomi yang sedang memberikan penjelasan mengenai lomba pada saat itu orangnya, subhanallah..., tampan sekalee... Dan ternyata temanku pun sependapat denganku dengan membisikkan..., "Cha, menurut Icha kakak host-nya gimana...?" Aku pun mengatakan pendapatku yang sebenarnya. Yah..., untuk sekedar cuci mata..., sekaligus apresiasi bagi makhluk ciptaan Tuhan di muka bumi ini...? Nggak salah kan? Jarang-jarang ngeliat manusia secakep itu di SmanDheL..., apalagi yang secakep kakak itu di FEUI bisa dihitung pake jari. Mm..., udah deh, ntar kakaknya kegeeran. Di wisma makara itu kami ketemu anak Ma'am, Kak Mimi. (foto kami bertiga di areal taman LPMP)
Next, kami pun menuju LPMP DKI JAKARTA tempat kami nginap. The place wasn't bad, it was neat, the space was wide, and the atmosphere was quite warm. The four of us -Ella, Ici, Ma'am Rau, and me- slept in that exact room. Di sanalah kami menghabiskan hari-hari bersama, hingga akhirnya kami gagal masuk quarter final sehingga kami pun sadar harus menyingkir dari tempat itu karena kalau udah kalah otomatis fasilitasnya berhenti diakomodasi.
Ceritanya begini...
Debat dimulai hari Senin. Semuanya gather di Debater's Hall. Ternyata semua tim itu serempak debat dikasih topik yang sama, di waktu yang sama, dan dibawa ke ruangan berbeda-beda. Debat pertama itu adalah melawan SMA 2 Bogor dengan topik THW Revitalize Industry rather than Agriculture in Developing Countries. Tim kami jadi kontra, dan kami pun menang. Kemenangan saat itu terasa begitu indah... Tapi itu baru prelim 1. Prelim 2, di hari yang sama, kami melawan SMAK Penabur dengan topik THBT Exaggeration is Justifiable in Advertisement, and kami dapet kontra lagi. So unlucky..., karena dalam pikiranku lebih banyak muncul ide-ide buat jadi argumen pro terhadap motion, cuz' we're talking about business, and I agree that such exaggeration is quite important in advertisement. Dan ternyata kami mengalami kekalahan pertama di bawah topik yang susah payah diperjuangkan itu.
Debat dimulai hari Senin. Semuanya gather di Debater's Hall. Ternyata semua tim itu serempak debat dikasih topik yang sama, di waktu yang sama, dan dibawa ke ruangan berbeda-beda. Debat pertama itu adalah melawan SMA 2 Bogor dengan topik THW Revitalize Industry rather than Agriculture in Developing Countries. Tim kami jadi kontra, dan kami pun menang. Kemenangan saat itu terasa begitu indah... Tapi itu baru prelim 1. Prelim 2, di hari yang sama, kami melawan SMAK Penabur dengan topik THBT Exaggeration is Justifiable in Advertisement, and kami dapet kontra lagi. So unlucky..., karena dalam pikiranku lebih banyak muncul ide-ide buat jadi argumen pro terhadap motion, cuz' we're talking about business, and I agree that such exaggeration is quite important in advertisement. Dan ternyata kami mengalami kekalahan pertama di bawah topik yang susah payah diperjuangkan itu.
Prelim 3, kami lawan swing team, yang berfungsi hanya sebagai penggenap karena jumlah tim debat ada 21, so anak-anak swing teamnya diambil dari SMA Tarakanita, and menang atau kalah nggak pengaruh bagi mereka karena mereka hanya penggenap dan apapun yang terjadi mereka nggak akan lolos ke babak manapun, so mereka pun berdebat tanpa beban. Jadilah kami melalui debat itu dengan penuh tawa karena swing team yang terdiri dari anak-anak Tarakanita itu ramah-ramah and suka bikin humorous. Dan meskipun kami mengalami kekalahan kedua di bawah motion THW Implement the Syari'ah Banking System in Indonesian Banks dimana kami jadi tim kontra lagi kami nggak terlalu bersedih karena kami enjoy berdebat dengan mereka. Justru debat saa
t itu very entertaining, karena salah satu di antara mereka gaya debatnya lucu BGT, bikin nggak bisa nahan ketawa. So, nggak ada dendam.
Keesokan harinya, kami melalui prelim 4 melawan SMA Tangerang A dengan topik THW Cut the Subsidy Budget for Fuel, yang aku sama sekali nggak ngerti dan sama sekali nggak punya ide yang benar-benar berharga buat memperjuangkan argumen. Akhirnya, kami pun kalah lagi. Prelim 5 tuh yang nggak jelas endingnya... Jadi topiknya tu THW Necessitate Public Companies to do Corporate Social Responsibility, and untuk pertama kalinya kami jadi tim Pro setelah diatur sama panitianya (karena ternyata nggak boleh menempati posisi yang sama lebih dari tiga kali). Setelah merasa bahwa tim kami telah memperjuangkan argumen dengan baik, kami pun keluar dari ruangan itu dengan perasaan puas & optimis, karena pada waktu itu adalah silent round, jadi entah kenapa ajudicator-nya nggak mengumumkan pemenangnya & ngasih-ngasih komentar seperti ajudicator-ajudicator di prelim sebelum-sebelumnya. (foto gedung rektorat UI)
t itu very entertaining, karena salah satu di antara mereka gaya debatnya lucu BGT, bikin nggak bisa nahan ketawa. So, nggak ada dendam.Keesokan harinya, kami melalui prelim 4 melawan SMA Tangerang A dengan topik THW Cut the Subsidy Budget for Fuel, yang aku sama sekali nggak ngerti dan sama sekali nggak punya ide yang benar-benar berharga buat memperjuangkan argumen. Akhirnya, kami pun kalah lagi. Prelim 5 tuh yang nggak jelas endingnya... Jadi topiknya tu THW Necessitate Public Companies to do Corporate Social Responsibility, and untuk pertama kalinya kami jadi tim Pro setelah diatur sama panitianya (karena ternyata nggak boleh menempati posisi yang sama lebih dari tiga kali). Setelah merasa bahwa tim kami telah memperjuangkan argumen dengan baik, kami pun keluar dari ruangan itu dengan perasaan puas & optimis, karena pada waktu itu adalah silent round, jadi entah kenapa ajudicator-nya nggak mengumumkan pemenangnya & ngasih-ngasih komentar seperti ajudicator-ajudicator di prelim sebelum-sebelumnya. (foto gedung rektorat UI)
Kami kembali ke Debater's Hall. Tibalah saatnya pengumuman delapan besar yang akan masuk quarter final yang sangat mendebarkan... Mengingat debat terakhir dilalui dengan cukup baik aku merasa begitu optimis untuk bisa masuk. Tapi ternyata waktu diumumkan..., dengan sangat kecewa..., nggak muncul tulisan 'SMAN 8 Pekanbaru' yang masuk delapan besar. Mm..., I was very disappointed. Semua yang masuk delapan besar itu rata-rata dari Jawa Barat, and yang dari luar Jawa hanya satu, yaitu SMA dari Balikpapan. Aku pun salut. Namun, aku pun menyadari bahwa aku nggak perlu bersedih, karena aku udah mendapatkan experience yang begitu berharga dalam hidupku, and like Ella and Ici always say, experience is the best teacher...!
So, Rabu pagi kami pun meninggalkan LPMP dan check in di Hotel Salemba Indah di kawasan Pasedan, dekat FKUI. Seharian itu kami jalan-jalan: foto-foto di depan gedung FKUI, naik bus way ke DuFan & menikmati seperangkat hiburan seperti Star Wars, Istana Boneka, Poci-Poci, Rumah Miring, Rumah Jail, foto-foto, etc., lalu sorenya ke Mangga Dua dimana kami memborong banyak barang belanjaan and oleh-oleh, terutama DVD -sorry to say, DVD bajakan. Tapi bukan produk dalam negeri kok fren, tenang aja. Produk luar mah kalau dibajak tetap aja mereka kaya, tapi kalo produk karya anak negeri yang dibajak ya kan kasihan, so i guess..., dengan terpaksa ku mengatakan it's ok to buy karya bajakan dari luar... (ampuni daku, Tuhan, habis yang originalnya super duper mahal) Dan malam harinya anaknya Ma'am Rau, Kak Kiki yang alumni SMA 8 and kuliah di FKUI datang berkunjung ke kamar hotel. (foto kami berempat di DuFan, di depan Tornado)
So, Rabu pagi kami pun meninggalkan LPMP dan check in di Hotel Salemba Indah di kawasan Pasedan, dekat FKUI. Seharian itu kami jalan-jalan: foto-foto di depan gedung FKUI, naik bus way ke DuFan & menikmati seperangkat hiburan seperti Star Wars, Istana Boneka, Poci-Poci, Rumah Miring, Rumah Jail, foto-foto, etc., lalu sorenya ke Mangga Dua dimana kami memborong banyak barang belanjaan and oleh-oleh, terutama DVD -sorry to say, DVD bajakan. Tapi bukan produk dalam negeri kok fren, tenang aja. Produk luar mah kalau dibajak tetap aja mereka kaya, tapi kalo produk karya anak negeri yang dibajak ya kan kasihan, so i guess..., dengan terpaksa ku mengatakan it's ok to buy karya bajakan dari luar... (ampuni daku, Tuhan, habis yang originalnya super duper mahal) Dan malam harinya anaknya Ma'am Rau, Kak Kiki yang alumni SMA 8 and kuliah di FKUI datang berkunjung ke kamar hotel. (foto kami berempat di DuFan, di depan Tornado)
Dan pagi hari Kamisnya, kami pun berangkat ke bandara, beli Dunkin' Donuts and makanan lainnya, lalu berangkat pukul 10.30 pulang ke Pekanbaru. Di pesawat, tepat teknik yang sama..., harus tidur. Alhamdulillah sampai di Pekanbaru dengan selamat, kalau nggak mana mungkin dengan santainya menuliskan cerita ini ke dalam blog...
Waah..., aku sangat menikmati perjalanan itu, meski pulang nggak bawa piala, tapi setidaknya dapat sertifikat, and most importantly..., dapat experience yang sangaaat berharga. Experience yang lebih membukakan mataku terhadap dunia di luar sekolahku. Experience yang menjadikanku lebih berpikir optimis dan setidaknya untuk tampil sedikit lebih PD ke depannya. Experience yang mengajarkanku untuk sebaik-baiknya menyampaikan buah pikiranku dan merespon argumen yang dilontarkan orang lain dengan baik. Experience yang nggak semua orang bisa dapetin.
Now that i'm back home, i wanna thank Ma'am Raudhati for being such a dedicated teacher, almost like a real mother to us, who take cares and, how can i say it, 'organize' us 'strictly' at the same time. I wanna say hi to my debater friends, Ella and Ici, and i'm thankful we went through this all together...
Aku akan mengenang pengalaman duduk di auditorium megah FEUI & mengikuti seminar-seminar and presentation-nya, waktu kita nyoba kerak telur maghrib-maghrib di sekitar areal depan FEUI, naik bikun keliling fakultas UI, mampir di gedung rektorat and foto-foto di sana, lari-lari kehujanan, nunggu bis di halte di tengah-tengah keramaian dan hujan deras yang jatuh dari langit, badan penat dan kaki capek jalan-jalan jauh kesana kemari, tapi semua nggak terasa melelahkan karena yang ada di dalam hati itu hanya excitement and happiness..., serta keingintahuan dan haus pengalaman baru, and i'll never forget it.
I will always remember this experience, and cherish the moments we went through together. I wanna do this again...! I don't care if we win or lose -though i'd try my best to gain victory- what i care about is gaining the experience, cuz friends..., experience is the best teacher...
Congrate ya on ur new n exciting experience... glad 2 read ur blog. Kayaknya I juga ikut enjoy deh. Btw, what about if I dare you 2 experience more challenging trip with Oky.. Fly to Jogja with him only, Lets taste the new adventure with us....He..he.. DEAL?
ReplyDelete