Monday, May 24, 2010

analyzing the post "I Have a Best Friend"

It's half past six in the morning, and I couldn't sleep all night. I keep trying to go back to sleep but I can't. My eyes are tired and so is my mind, but somehow I just can't sleep. And I don't know why, but this post just flashed through my mind and I thought to myself, I needed to clear things out. Jadi, di postingan itu kedengarannya saya terlalu arogan dan amat besar kepala. Haha. (Sebenarnya arogannya sih ada benernya tapi bukan besar kepala...)
So, here are the two points of what I wrote.



"The first is that I will not start a relationship with someone if I think that it wouldn't work out. I would consider the prospects thoroughly. If there's a possibility that one of us is going to get hurt in the end, I will not start it. And no, I don't wanna try to work things out. Because our hearts are at stake -no, my heart is at stake. And I'm too proud to get myself hurt.

The second is I will not submit my heart to this guy, unless I'm sure he's the one I'm gonna marry. Yep, I need to be sure that I will live the rest of my life with him. Then I will give him my heart, piece by piece, step by step. I will be careful in giving it -I will try to restrain myself from giving it up all at once. So I will probably be a little cold and toughen myself up in the beginning, hoping that in the end, he will carry my heart and take care of it with all of his heart for all eternity.



So in the end, even if I had done all of the above and in the end we still have to go our separate ways and suffer from heart breaks, I know that I've already done the best I could and that it is God's will that I must go through."
Baiklah. Haha. Well, actually these are only good intentions... for myself. Ya, selfish, I know, but what can I say, saya hanyalah remaja delapan belas tahun yang memang ngga tahu apa-apa soal "cinta". -__-


Cuma mau negasin poin kedua. Jadi ini juga saya pelajari dari kakak saya (tante sih sebenarnya). Dia sendiri yang bilang ke saya, kalo dia ngga mau terlalu sayang  dulu (menggunakan istilah "sayang" dan bukan "cinta" karena merasa "cinta" terlalu berat) sama cowonya supaya nanti kalo ternyata ngga jodoh, ngga akan ngerasa terlalu sedih seolah dunia mau kiamat seperti yang dialami kebanyakan teman-temannya. Dia bilang, sayang boleh, tapi yang segede-gede sayang itu nanti, kalo uda mau nikah, kalo uda yakin itu jodohnya forever. Haha, konservatif ya. Ya makanya sekarang kakak saya itu menjalani seperti air mengalir saja. Hehe.


Itulah pelajaran yang saya dapatkan dari sahabat dan kakak (tante) saya. Sahabat saya terlanjur memberikan sepenuh hatinya tanpa pikir-pikir panjang kepada si cowo itu, dan akhirnya sampe sekarang susah ngelupain dan masih suka nangis gara-gara si cowo, dan saya juga sedih ngeliatnya dan amat kesal pada si cowo itu. Kesimpulannya, masalah hati adalah masalah yang RIBET. Jadi, karena saya sudah tau itu, makanya hati ini akan berusaha saya jaga baik-baik. Pantas aja kita disuruh "menjaga hati".


Sebenarnya maksud poin pertama dan kedua itu simple.


Yang pertama itu, saya ngga mau main-main dalam menjalani hubungan, takut nanti keduanya ujung-ujungnya sama-sama sakit. Kalo prospeknya ngga bagus (ini belum nyampe ke isu pernikahan kok haha), maksud saya prospek ngejalaninnya ngga bagus dan bakal banyak rintangan menghadang, ya ngga usah dijalanin aja toh. Misalnya nihhh, saya kan seorang Muslim, trus si cowo bukan Muslim, nah kalo sekiranya dia ga nunjukin sinyal-sinyal ketertarikan ke agama saya ya wess toh, andai kata saya suka dan dia suka, tapi lebih baik ga usah dijalanin. Tapi kalo menurut saya hubungan itu bisa, ya bisa-bisa aja kali ya haha.


Nah, poin yang kedua itu, ya lanjutan dari yang pertama. Kalo dijalani, ya jalani seperti air mengalir. Ga usah banyak maunya, minta ini itu. Jangan langsung "sayang" yang gimana-gimana. Haha. Ya begitulah. Karena, menurut sebuah saying yang saya temukan di tumblr, if you give your heart to someone, you give him the chance to destroy it on one single crush of his hand. Something like that lah.
-__- But I'm not strong enough to take that risk.


Sisanya, diserahkan pada Allah SWT. Haha. Kalo ujung-ujungnya tetep sakit, ya apa mau dikata. Yang penting sudah dijalani dengan baik hehe.


Semua yang di atas itu hanyalah "menurut saya" dan seorang "saya" amat sangat bisa SALAH. So please don't judddgggeee meeeeeeeeee......


Inilah sedikit isi hati dari seseorang yang sebenarnya ngga pernah jatuh "cinta" dan menjalani hubungan "cinta" (tidak termasuk kisah jalinan "cinta" dengan sahabatnya sahabat saya yang agaknya... main-main, hahahahaha XD).


Because I know nothing, that's why I'll just be careful.


Peace forever...^^v

No comments:

Post a Comment