Tuesday, May 25, 2010

orangtua perhitungan membawa hikmah :)

Seandainya saya punya iPod. Huaa, iPod touch. Waaah. Dulu waktu SMA minta iPod ga dibolehin. "Apaan, ga guna," said father -father yang sekiranya mendadak punya aksen gaul. Intinya sih papa nanya, "Buat apa?" Saya jawab, "Buat dengerin musik." Beliau pun menatap saya heran. Dengan mama juga gitu. "Buat apa?" "Dengerin musik." Beliau juga alisnya berkerut dan bilang kalo saya bisa dengerin musik dari hape aja. Saya ngeyel. "Ga cuma buat dengerin musik. Buat nyimpen video juga. Buat nyimpen film juga bisa. Itu alat yang fungsinya khusus buat itu..." Ngarang. Tetap aja intinya mereka nanya, "Tapi buat apa? Memang benar-benar perlu apa gimana???" Saya terdiam. They just don't understaaaandddd. I just need to have an iPod...! T_T
Then again ternyata saya ngga butuh iPod. Karena sejauh ini saya mampu bertahan dan hidup saya ternyata baik-baik saja tanpa iPod. Ha.

Sejak kecil kalo minta apa-apa yang menurut mereka ngga ada guna, kalo cuma alasannya karena pengen punya, pasti ga dikabulin. Lain lagi kalo buku-buku Harry Potter yang terbitan Bloom*bury. Hahaha. Waktu itu papa dengan senang hati mau membelikan saya buku-buku harpot yang sudah dipaketin dari buku pertama sampe buku ke empat yang harganya saya lupa tapi lumayan. Dan untuk selanjut-selanjutnya, tiap kali terbit buku berikutnya, papa saya selalu mau membelikan buku-buku itu kalo misalnya saya nitip saat ia sedang keluar kota. I know why. Papa suka saya berkutat dengan bahasa Inggris dan ingin saya terus memperluas vocab. Entah kenapa, baginya, bahasa Inggris itu hal yang "sakral" hahaha. Tiap kali papa keluar kota dan aku nitip buku-buku, entah itu karya Nicholas Sparks, Stephenie Meyer (out of curiosity, I swear), atau Jane Austen, papa selalu berusaha nyariin (soalnya di Pekanbaru ga ada Periplus hahaha). Nah, itu kalo buku.
Tapi kalo yang lain-lain, waaaah, jangan ditanya.

Blackberry? "Hape nokia yang lama kan masih bagus."
Laptop baru? "Emang yang sekarang kenapa?"
Dan masih banyak lagi..........

Sebagian besar yang saya dan adik saya peroleh saat ini adalah hasil kerja keras. Haha -dalam skala yang agak didramatisir. Adikku mendapatkan PS2-nya berkat waktu itu menang lomba waktu SMP. Saya mendapatkan laptop ini berkat jadi juara kelas di kelas satu SMA (wehehe beda banget ama yang sekarang -uda gitu ga boleh milih merk laptopnya lagi). Apalagi ya? Biasanya pasti selalu ada embel-embel "kerja keras" lah. Wakaka. Pokonya pengecualiannya hanya buku, hahaha, dan itu pun dengan jaminan harus dibaca.

Karena itulah, saya tahu bagaimana susahnya mendapatkan sesuatu yang saya inginkan (lebai). Saya seringkali terkejut di kala melihat beberapa teman saya gonta-ganti handphone. "Mereka bilang apa ya ke orangtua mereka? Kok kayanya gampang?" Dengan sedihnya. Hahaha. Sebenarnya iri. Tapi seiring menuju kedewasaan, saya mensyukuri ini. Saya amat sangat bersyukur dikaruniai orangtua yang ngga gampang ngasih. Hahaha.

A chance for me to get a blackberry: a minimum GPA of 3.5. Itu saya yang menawarkan sendiri. Tapi setelah dipikir-pikir, saya sebenarnya ga terlalu pengen punya blackberry. Sudah cukuplah semua-semua yang sudah ada: facebook, tumblr, blog -semua yang mengalihkan dunia saya (ngaco). Kalo ditambah pula dengan bb dengan antek-antek bbm dan group dan segala macam yang ngga terlalu saya kuasai itu, takutnya nanti semakin menjadi-jadi. I'd be a lifeless zombie. Jadi cukuplah semua yang sudah ada saat ini. Hahaha.

Nah, right now, there's this thing that I'm really really really craving for right now............. a new SLR Digital Camera (if that's what it's called). I really really really wanna learn photography and be a master of photography! My dad understands that an architect student needs to have a good camera, so............. saya akan mempergunakan liburan tiga bulan ini untuk membujuknya agar mau membelikannya buat saya. Hahaha. Terakhir kali membicarakan ini, saya menangkap sinyal-sinyal yang bagus. Haha. Tinggal pendekatan sedikit lagi. Ya Allah..... semoga berhasil. :)

Hmmm, untuk sekarang, sekian dulu. Hehe. Oh ya, tulisan ini saya buat tanpa bermaksud ngejudge sama sekali siapapun, hanya murni menceritakan kehidupan keluarga saya yang hanya terdiri dari ibu, ayah, saya, dan adik saya, supaya orang-orang bisa paham dan ngga berpikir negatif (kalaupun memang ada kesan negatifnya which is agak ngga relevan). Haha.

I love my mom and dad... (and my brother)!!!

Akhir kata, peace forever......^^v

No comments:

Post a Comment